Kangen


Apa yang paling kamu kangenin dengan kampung halamanmu?


Akhirnya ikut lomba
Jawabanku adalah, Nayaka yang perang-perangan dengan adiknya. Nayaka adalah anak pertama dari kakak perempuanku, Mba Tim. Sejak bayi sampai sekarang, kalau aku lagi pulang kampung, pasti nempelin terus kayak lem, dan nangis kalau aku udah balik merantau lagi. Kecuali kalau aku lagi sibuk di depan lepi, dia pengertian dan tidak rewel mengganggu. Di tulisan kali ini, aku mau nulis tentang dia, ah. Siapa tahu suatu saat dia kangen, kesasar, lalu nemu tulisanku ini hahaha.





Kapan hari Mba Tim ngirimin foto Nayaka yang jadi juara lomba adzan dengan pose absurd khasnya. “Wkwk akhirnya mau juga dia ikut lomba”, kata Mbakku. Iya, si Nayaka ini gak pedean padahal suaranya bagus. Dia belajar lagu-lagu untuk adzan dari video youtube. Dilatih Ibunya gak mau. Ya iyalah masak mbokane yang nglatih adzan. Eh ya ndak papa dink, orang dulu Nayaka juga dilatih njaran dan ndadi ama Mbokane. Hahaha.




Di kampung, banyak orang kenal Nayaka karena dari balita, tiap ada orang yang lewat, pasti disapa “Hai bro”, sama dia. Tapi, anaknya nylolek dan kadang suka mara-mara ndak jelas sama adiknya, hahaha. Di sisi lain, anaknya perhatian dan berhati lembut. Pernah pas aku lagi sedih, dia kayak tahu gitu, dan masakin mi dengan resep spesial yang dipatenin sama dia: mie dengan sayur kacang panjang. Kadang dia juga masak nasi goreng, meski kata Mbakku, rasane aneh hahahahaaa.

Nayaka ini unik, selain statusnya sekarang adalah murid SD kelas 5, dia juga pedagang. Dia awalnya dagang karena ikut-ikutan Bapaknya, lalu ketagihan. Dia jualan burung via fesbuk dan karena banyak saingan, sekarang jualannya nambah, yaitu jualan peringkat game online. Wkwkwk. Dari hasil jualan itu, dia bisa nraktir aku bakso plus es teh manis, dan nabung di kotak sarung dia. Haha. Mbakku kadang dikasih hasil jualan sama Nayaka. Mbakku sebenarnya kasihan pengen nolak, tapi takut Nayakanya kecewa, lalu mara mara ndak jelas. Wkk.

Nayaka cita-citanya pengen jadi tentara, makannya tiap hari dia latihan perang sama adiknya. Dia juga tiap malam apa gitu, latihan pencak silat sama guru pagar nusanya di belakang rumah. Selain pengen jadi tentara, dia juga pengen jadi koki nomor wahid di Jakarta. Dan dia pengen ngajak ibunya makan hasil masakannya di restoran dia, hahaha. Untungnya Mbakku dan suaminya gak pernah ngelarang Nayaka mau jadi apa. Wah, padahal kalau Simbahnya masih ada, bisa-bisa minggat dia buat ngejar cita-citanya jadi tentara :-D. Happy banget Nayaka, jadi anaknya Mba Tim. Jangankan jadi tentara, pengen njaran aja Ibunya support dan ikut njaran, hahaha dan sayang sekali jaranannya udah dibuang oleh Mbahnya Wkkkk.



Sebelum balik ke Jakarta, aku dikirim foto lukisan pepohonan berdaun pink karya Nayaka. Dan dia nulis, “Sampai jumpa Uwa, 5 tahun lagi.” Ya, dia tahu mau aku tinggal ke China.

PS: “Dear Mba Tim, mungkin dirimu kadang malu karena sebagai guru, sering dipanggil guru di sekolah karena Nayaka. Tapi buatku, Mba Ibu yang hebat. Suatu saat, berkat kesabaranmu, aku yakin Nayaka akan jadi orang hebat.”

Nayaka dan Mbah Jember yang woles pol

Postingan random gegara liat video ngapak polapike yang lagi viral dan lihat si Azkal yang mirip banget sama Nayaka.

Komentar

Populer